+86-575-83360780
You are here:RUMAH / BERITA / berita industri / Memindahkan pengumpan pakan drum
Memindahkan pengumpan pakan drum

Pengumpan pakan awal sebagian besar menggunakan drum yang bergerak, seperti yang ditunjukkan pada gambar. Drum penyimpan benang (6) berputar pada porosnya untuk melilitkan benang pakan pada drum untuk menyelesaikan penggulungan benang dari pengumpan pakan jenis drum yang bergerak. Ketegangan belitan benang pakan diatur oleh penegang umpan benang 3. Struktur pengumpan benang pakan yang mengadopsi metode penggulungan ini relatif sederhana.
Cincin peredam 5 di depan drum penyimpan benang terbuat dari bulu sikat atau nilon. Cincin redaman memberikan tegangan pelepasan pada benang pakan, dan pada saat yang sama mengontrol putaran benang pada permukaan drum, sehingga pergerakan gulungan benang pada drum penyimpan benang dilakukan secara normal. Cincin peredam juga mencegah kemungkinan benang pakan terlempar keluar dari drum penyimpanan sehingga membentuk cincin udara saat benang pakan terlepas, dan mencegah benang pakan kusut. Pada akhir pelepasan, cincin redaman membatasi titik pemisahan pakan pada permukaan drum untuk mencegah pakan keluar secara berlebihan. Cincin redaman dibagi menjadi arah "S" dan arah "Z", yang cocok untuk benang pakan puntiran "S" atau benang pakan puntiran "Z". Diameter bulu atau filamen nilon juga dibagi menjadi tebal dan tipis sesuai dengan kehalusan benang pakan.
Alat pendeteksi kapasitas penyimpanan digunakan untuk mengontrol kapasitas penyimpanan benang pakan pada drum penyimpan benang. Ketika benang disimpan pada posisi yang sejajar dengan alat pendeteksi pantulan fotolistrik, permukaan cermin ditutupi, dan alat pendeteksi mengirimkan sinyal untuk menghentikan drum penyimpan benang. Besar kecilnya tempat penyimpanan disesuaikan dengan posisi alat pendeteksi pergerakan. Kapasitas penyimpanan mempengaruhi kualitas penyimpanan benang. Jika kapasitas penyimpanan terlalu kecil, benang pada drum penyimpanan akan dikosongkan. Jika kapasitas penyimpanan terlalu besar akan menimbulkan masalah seperti kesulitan dalam penggulungan, susunan benang tidak rata atau benang tumpang tindih.
Ketika benang pakan dililitkan pada drum penyimpanan, pertama-tama benang tersebut dililitkan pada bagian kerucut dari drum penyimpanan, dan kemudian dimasukkan ke dalam bagian silinder di bawah aksi tegangan. Sudut puncak kerucut pada permukaan kerucut mempunyai persyaratan tertentu, sehingga ketika benang pada permukaan kerucut meluncur ke bagian silinder, dapat mendorong benang pakan pada permukaan silinder untuk bergerak maju, membentuk lingkaran benang beraturan yang tersusun rapat. Karena pekerjaan penataan benang tidak dilakukan dengan mekanisme penataan benang khusus, maka cara penataan benang ini disebut dengan metode penataan benang pasif. Pengaruh susunan benang negatif erat kaitannya dengan bentuk drum penyimpan benang. Penelitian teoritis telah membuktikan bahwa efek susunan benang lebih baik bila sudut puncak kerucut bagian kerucut drum penyimpan benang adalah 135°. Pada saat yang sama, tegangan yang diberikan oleh feed tensioner pada pakan juga mempengaruhi efek susunan benang pada drum penyimpan benang. Ketegangan yang berlebihan akan meningkatkan resistensi terhadap gerakan maju simpul benang pada permukaan silinder. Jika tegangannya terlalu kecil, benang pada permukaan kerucut akan berlawanan. Daya dorong simpul benang pada permukaan silinder tidak mencukupi.
Kecepatan drum penyimpan benang dapat diatur. Untuk mempersingkat waktu berhenti drum sebanyak mungkin dan membuat proses pelepasan bungkusan hampir terus menerus, kecepatan drum penyimpanan harus diatur lebih rendah, namun pasokan pakan harus dipenuhi. Kecepatan terendah drum penyimpanan adalah:
nmin=(1+a)nLk/(πd)
Dalam rumusnya: nmin———kecepatan minimum drum penyimpan benang;
n ——— Kecepatan putaran alat tenun;)
Lk --- lebar buluh pada alat tenun;
d——diameter bagian lilitan drum penyimpan benang;
a—Laju penambahan dan pelepasan dengan mempertimbangkan tepi tenunan yg dianyam dan faktor lainnya, dinyatakan dalam persentase.
Drum penyimpan benang dari pengumpan drum bergerak mempunyai momen inersia tertentu yang sebanding dengan kuadrat diameter drum. Semakin besar momen inersia maka semakin tidak baik frekuensi start dan pengereman selama proses penyimpanan pakan, sehingga diameter drum tidak boleh terlalu besar. Jumlah putaran benang yang disimpan pada drum penyimpan benang berbanding terbalik dengan diameter drum. Diameter yang terlalu kecil akan merugikan peningkatan jumlah putaran benang yang disimpan, sehingga mengakibatkan kesulitan dalam menyusun benang dan tumpang tindih putaran benang. Oleh karena itu, diameter drum harus dipilih dengan tepat, umumnya sekitar 100mm.